Sudahkah Kalian Mengucap Syukur?

Dalam Segala Perkara,selalu sempatkan diri untuk bersyukur karena dengan bersyukur beban akan terasa lebih ringan

Sudahkah Kalian Berdoa?

Jangan pernah hentikan doamu dengan alasan apapun,karena doa lebih berharga dari emas dan membuat hatimu selalu dekat pada-Nya

Berusahalah Sampai Titik Dara Penghabisan

Siapa yang menabur dialah yang menuai,jadi janganlah patah arang ketika apa yang kamu usahkan gagal,terus berjuang dan bekerja keras hingga kamu meraih apa yang kamu cita-citakan.

Tersenyumlah Kepada Siapapun

Tersenyumlah setiap orang,karena ketika kamu tersenyum,bebanmu akan sedikit berkurang serta orang disekitarmu akan memberikan respek positif pada kamu

Tertawa Sebelum Tertawa Dilarang

Tertawalah,karena tertawa sangat berguna bagi dirimu sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur.

Monday, March 09, 2015

Alasan Indonesia Sulit untuk Maju



     Indonesia merupakan Negara yang amat kaya raya,dikarenakan Indonesia mampu menyediakan apa yang mereka butuhkan dari hasil bumi yang ada didalam Negara Indonesia sendiri.Namun, pada kenyataannya Indonesia dikelompokan sebagai Negara berkembang bahkan terkadang Negara Internasional menggolongkan Indonesia kedalam Negara ketiga atau Negara miskin.
Mungkin melihat Indonesia menjadi Negara yang maju dan diperhitungkan dalam segi ekonomi adalah hal yang masih jauh dari kenyataan,dikarenakan problema yang melingkupi Negeri kita tercinta ini.Mungkin pemaparan dibawah ini merupakan beberapa alasan Indonesia masih terpuruk sampai sekarang,diantaranya :

1.     Masih Percaya Takhayul


Mungkin bukan hal yang asing lagi ketika kita dihadapkan oleh orang-orang yang masih berpegang teguh dengan berbagai mitos dan hal-hal mistis dijaman yang serba modern ini.Selalu mengaitkan kejadian-kejadian yang ada dengan hal-hal berbau mistis merupakan kelemahan Negara kita.Dengan pola pikir yang terus menerus seperti ini,perkembangan IPTEK dan Sumber daya yang ada menjadi terhalang karena selalu dikaji dari hal-hal yang spiritual.

2.     Keboborokan Sistem Pemerintahan



Kebobrokan yang terus terjadi didalam sistem pemerintahan kita, sangat berpengaruh besar terhadap kestabilan Negara.Perebutan kekuasaan yang terus dengan cara-cara kotor, membuat pejabat yang sebenarnya memang memiliki hati untuk membela kepentingan rakyat, tergantikan oleh pemimpin yang mementingkan diri sendiri dan kelompok.Kepentingan rakyat menjadi dinomor duakan yang membuat semakin terpuruknya Negara dalam berbagai segi.

3.     Korupsi , Kolusi dan Nepotisme



KKN seperti sudah mendarah daging didalam kehidupan kita.Dia Negara yang memiliki bermacam-macam suku,ras,agama dan golongan,membuat KKN menjadi sulit diberantas dan cenderung tumbuh subur.Banyak dari kita sering menampik diri tidak melakukan KKN,namun secara sengaja melakukan penggelapan uang dan pencucian uang,memasukan saudara atau kenalan kita kedalam pekerjaan kita padahal masih banyak yang lebih berpotensi dan masih banyak hal-hal yang lainnya.

4.     Pendidikan yang Tidak Merata



Terpusatnya pendidikan di Indonesia hanya pada daerah perkotaan saja, membuat kualitas Sumber Daya Manusia menjadi rendah dan tidak dapat bersaing di kanca Internasional.Standar kelulusan yang sampai saat ini hanya menitik beratkan pada sistem hafalan bukan pengembangan bakat diri, membuat lulusan pelajar dan mahasiswa Indonesia tidak bisa mengembangkan bakatnya dan hanya sebatas mengetahui teori tanpa tahu praktek lapangannya.

5.     Tingkat Konsumsi yang Tinggi



Indonesia merupakan Negara konsumtif yang tingkat konsumtifitasnya berkembang terus-menerus tiap tahunnya.Kurangnya produktifitas yang menghasilkan produk yang bersaing dikarenakan sudah dimanjakan oleh asupan-asupan yang diberikan melalui import dari Negara asing.Sifat konsumtif juga sangat berpengaruh kepada kemandirian masyarakat kita,dimana masyarakat kita terutama kaum pemuda,menjadi orang yang manja dan tidak berkualitas sama sekali.

Mungkin masih banyak hal-hal lainnya yang menjadi factor utama yang menyebabkan Negara kita selalu terpuruk dan sulit untuk bangkit.Peran serta kita untuk menjadi individu yang memperjuangkan kemerdekaan,merupakan kunci utama untuk mengatasi hal tersebut.


Aktifitas yang Mengobati Rasa Patah Hati


Mengakhiri hubungan yang telah dijalin memang terasa menyakitkan.Disatu sisi,hati masih begitu nyaman dan masih sangat mencintai namun disisi lain, perbedaan pendapat ataupun perselingkuhan yang tidak bisa dibendung membuat hubungan menjadi retak dan tidak dapat dipersatukan.

Dengan kata lain, semakin buruk hubungan ini, maka semakin sulit untuk bergerak. Agar Anda tak berada dalam situasi seperti ini, Anda perlu tahu bagaimana untuk mengatasi pahitnya putus cinta.Agar Anda tak berada dalam situasi seperti ini, Anda perlu tahu bagaimana untuk mengatasi pahitnya putus cinta seperti dikutip dari methodsofthealing.

1.                    Dapatkan Dukungan dari Keluarga dan Teman
Meskipun biasanya pada saat-saat seperti ini, Anda lebih senang atau membutuhkan waktu untuk sendiri tetapi tidak ada salahnya Anda berada dekat dengan orang-orang yang peduli dan menyayangi Anda seperti keluarga ataupun teman-teman akrab. Menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman bisa akan membantu untuk kembali membangkitkan semangat dan harga diri serta rasa percaya diri Anda. Biasanya hubungan buruk menghancurkan semua ini. Dan Anda membutuhkan bantuan untuk kembali memperbaiki hal ini.

2.                 Coba kembali Kenali Diri Sendiri
Ini mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama di mana Anda bisa melakukannya. Anda harus melihat kesalahan yang Anda lakukan dan itu terlepas dari kesalahan yang dibuat orang lain. Anda butuh meluangkan waktu untuk lebih mengenal diri Anda sendiri. Lagipula, setiap orang yang menjadi bagian dari kehidupan Anda pasti akan mengalami perubahan. Dan itu harus Anda ketahui bahwa hubungan juga telah berubah dan Anda harus bergerak maju sehingga perubahan tidak akan mengejutkan Anda ataupun orang lain ketika Anda memulai suatu hubungan baru.

3.                    Ubah Sikap Anda dalam Mengatasi Putus Cinta.
Setelah membuat keputusan untuk mengakhiri hubungan, Anda harus bisa menanganinya sampai bisa kembali menjalin hubungan baru. Hindari untuk menyakiti diri sendiri dan membawa kenangan masa lalu dengan mantan pacar Anda. Hilangkan semua yang berhubungan dengan mantan, hapus foto, surat-surat cinta agar tak membuat Anda ingat lagi dengan masa lalu. Dan yang terpenting adalah Anda harus mengingat bahwa ini adalah awal untuk memulai kehidupan baru.


Renungan Pagi


Sam dan Maria adalah sepasang suami istri yang hidup bahagia dan berkecukupan hingga suatu ketika,Maria mengandung dan melahirkan anak yang cukup tampan yang bernama Erik.Mereka berdua amatlah bahagia dengan kelahiran Erik,namun kebahagian itu sirna saat menyadari bahwa Erik mengalami keterbelakangan mental.Maria yang memiliki sikap pemarah, egois, dan tinggi hati, merasa Erik menjadi malapetaka buat pernikahan mereka dan Maria berniat untuk memberikannya kepada orang lain yang mau merawatnya.Sam yang mengetahui hal itu mencegahnya dan membuat Maria merasa Terpaksa membesarkannya.

Tahun kedua setelah kelahiran Erik, Lahirlah anak kedua mereka bernama Angelica.Kasih saying yang diberikan Maria kepada Angelica sangatlah jauh berbeda dengan Erik.Erik seperti ditelantarkan dan tidak pernah dibelikan pakaian yang layak oleh Maria.Hal ini bertambah parah ketika Maria ditinggal suaminya untuk selamanya.Hutang yang melilit dan ekonomi yang semakin terpuruk,membuat Maria menjual rumah mereka dan diam-diam meninggalkan Erik sendirian disebuah gubuk tanpa perbekalan apapun.

         Maria yang telah meninggalkan Erik akhirnya menikah kembali.Suaminya yang memiliki sikap yang dewasa berdampak besar terhadap Maria karena secara Perlahan,Maria mulai berubah.Waktu berlalu begitu cepat dan ada suatu moment yang membuat Maria mengingat kebodohannya dulu,yaitu meninggalkan Erik sendiria.Penyesalan teramat dalam membuat mengalami kesedihan yang begitu dalam.Akhirnya,dia meneguhkan hati untuk kembali ketempat dia meninggalkan Erik dan mengasuhnya kembali dengan penuh kasih sayang.

       Maria kembali kegubuk tersebut,namun dia tidak menemukan Erik dan hanya menemukan pakaian terakhir yang dipakai oleh Erik.Tiba-tiba,ada seorang ibu yang menghampiri Maria dan menceritakan semua.Dia menceritakan bahwa Erik setia menunggu Maria digubuk tersebut tanpa beranjak,dan ibu tersebut yang selalu memberi makan Erik.Dia dengan sabar mengajarkan Erik menulis dan ibu tersebut memberikan tulisan terakhir Erik sebelum meninggal kepada Maria.Tulisan terakhir Erik yaitu “Ibu, mengapa Ibu tidak pernah kembali lagi? Ibu marah sama Erik, ya? Ibu, biarlah Erik yang pergi saja, tapi Ibu harus berjanji kalau Ibu tidak akan marah lagi sama Erik.Selamat tinggal Ibu.”Membaca tulisan itu,Maria menangis sejadi jadinya dan sangat menyesali kebodohannya yang dia telah lakukan kepada Erik.

    Mungkin kita seringkali berbuat seperti Maria, dimana kita sering sekali mencampakkan dan melupakan orang yang menyayangi kita tanpa memikirkan perasaan mereka.Hanya karena kekurangan atau kesalahan yang dimiliki,kita rela mencampakkan dan melupakan mereka,tanpa berusaha memberikan maaf dan kesempatan untuk menunjukan kasih saying mereka yang tulus kepada kita.Belajarlah menerima setiap kelemahan dan kekurangan apapun itu bentuknya,karena ketika kita tindak memiliki kesempatan kedua untuk memperbaikinya,hanya penyesalan dan duka yang menyelimuti kita.

Sunday, March 08, 2015

Sudahkah Kita Meraih Sukses yang Benar?



Kesuksesan seseorang memang merupakan sesuatu yang membanggakan sekaligus mengangkat hartat dan martabat diri.Namun,kuseksesan seseorang terkadang menjerumuskan dia kedalam kedalam kesombongan atau yang biasa disebut arogansi.Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, “Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.” – “Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal.”

Arogansi muncul saat seseorang merasa diri paling hebat, paling luar biasa, dan paling baik dibandingkan dengan yang lainnya. Arogansi bisa menjangkiti apa dan siapa saja tanpa terkecuali ini, mulai dari organisasi, produk, pemimpin, sampai orang biasa.Orang sukses lalu bersombong ria sangat disayangkan. Bayangkan saja, saat berjuang keras menggapai kesuksesan, mereka begitu terbuka untuk belajar. Mereka mau mendengarkan. Mereka mau berjerih payah, berani hidup susah, dan mengorbankan diri. Bahkan, mereka tampak sangat ‘merakyat’ hidupnya.

Akan tetapi, itu dulu. Sayang sekali, saat kesuksesan datang, mereka lupa diri dan akan berkata, “Saya sudah berhasil mencapai yang terbaik. Sekarang, Andalah yang harus mendengarkan saya. Saya tidak perlu lagi mendengarkan Anda.” Hal itu diperparah lagi ketika mereka dikelilingi orang-orang yang tidak berani angkat bicara soal kekurangan orang ini. Hal ini membuat orang itu semakin tinggi hati,suka menyepelekan dan egois. Ia terbelenggu oleh kesuksesannya sendiri. Ia tidak pernah belajar lagi.

Ada Seorang Pebisnis, dia menceritakan susah payahnya membangun bisnisnya. Cerita yang mengharukan sekaligus heroik ketika dia harus tidur di kolong jembatan saat tiba di Jakarta ketika remaja. Dengan susah payah dia merangkak dari bawah untuk bertahan hidup. Menikah tanpa uang sepeser pun. Hidup di rumah kontrakan kecil. Akan tetapi, dia tidak patah arang. Dia mengamati cara kerja orang sukses, mencontoh, dan memodifikasi sendiri produknya. Sekarang, dia pun berjaya. Tiga pabrik besar ada di genggamannya.

Namun, sayang sekali. Perusahan itu sedang diterpa badai masalah internal. Pemicunya tak lain adalah sikap pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya. Dia pun menolak ide-ide baru. Dia mengelola perusahaan dengan serampangan.Karyawan yang berubah pun tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training. Padahal, dia sendiri yang perlu mengasah lagi diri dengan training.

Dari situ, kita belajar banyak untuk hati-hati. Kesuksesan jangan membuat kita arogan dan cenderung menjadikan diri sebagai pusat serta tidak mau mendengarkan orang lain. Dunia begitu mengenal sosok Mao, Hitler, ataupun Stalin. Mereka berjuang dari basis bawah menuju pucuk kepemimpinan. Mereka pun berjuang untuk perubahan di masyarakatnya. Idealisme mereka sangat luar biasa. Orang pun dibuatnya kagum. Namun, mereka lupa daratan ketika sukses. Mereka memonopoli kebenaran tunggal alias antikritik dan antipembaruan. Mereka memimpin dengan tangan besi. Korban pun bergelimpangan dari tangannya. Begitu juga dalam sejarah bisnis. IBM yang begitu besar dan terkenal pernah mengalami kemerosotan saat arogansi membekap sikap dan pikiran para pemimpin mereka.

Namun, itulah yang terjadi apabila orang berhenti belajar dan merasa diri sudah selesai. Tanpa dia sadari, lingkungannya terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Sementara, dia mandek di posisinya. Akibatnya, bagian kesuksesan yang dia peroleh lama-kelamaan menjadi basi dan tidak berguna lagi. Tanpa sadar, kompetitor mereka bergerak jauh meninggalkan dirinya di belakang. Mereka terjebak dalam retorika, kalimat, jurus yang itu-itu saja alias usang. Arogansi telah menutup hati dan pikirannya untuk kreatif menemukan jurus dan tip-tip baru mempertahankan sekaligus mengembangkan kesuksesannya. Di sinilah, arogansi berujung pada malapetaka dan kehancuran.

Jadi, bagaimanakah tipnya agar kesuksesan kita tidak berubah menjadi arogansi?Pertama-tama kita harus sadar dengan sikap dan tingkah laku kita selalu. Meskipun sudah sukses, kita perlu memberi waktu untuk menyadari sikap dan perilaku kita di mata orang lain. Selalu sadar apakah nada dan ucapan serta tindak tanduk kita sekarang semakin membuat banyak orang lain terluka? Apakah kita masih tetap menghargai orang lain? Apalagi orang-orang yang telah turut membawa Anda ke level sukses sekarang, apakah Anda menghargai mereka? Jangan sampai, tatkala masih bersusah payah, kita begitu respek, tetapi setelah sukses justru mencampakkan mereka.

Kedua kita harus mewaspadai umpan balik yang hanya menghibur kita tetapi tidak membuat kita belajar lagi. Hati-hati dengan orang di sekeliling kita yang hanya mengatakan hal bagus, tetapi tidak berani memberikan masukan yang baik. Kadang, masukan negatif juga kita perlukan demi perkembangan sekalipun kita sudah sukses. Ketiga kita harus mengawasi dan peka dengan perubahan yang terjadi. Dalam buku Who Moved My Cheese disimpulkan bahwa kita harus selalu mencium keju kita, apakah sudah basi ataukah mulai diambil orang lain. Kita pun harus terus mencium dan peka bagaimana orang lain mengembangkan dirinya serta bisa jadi ancaman bagi kita. Jangan pula merasa diri paling hebat dan lupa belajar.Terakhir,sopan dan rendah hati untuk belajar dari orang lain sekalipun dia belum sesukses kita.


          Kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mau merendahkan hati dan pikirannya walaupun dia berada diatas puncak kesuksesan.Semoga tulisan ini dapat memberikan gambaran pada diri kita,sebenarnya kusuksesan yang kita miliki berdampak negatif atau positif terhadap kita.Selamat belajar 

Renungan Pagi



        Suatu ketika,ada seorang petani yang sedang memanen hasil pertaniannya,tak sengaja menemukan seekor anak anjing yang tak berdaya di dekat sawahnya.Petani yang tergerak hatinya, membawa anak anjing tersebut kerumahnya serta merawatnya.Setiap hari,petani merawatnya dengan baik dan membuat hubungan antara mereka menjadi dekat.Sang anjing menjadi sangat setia kepada petani itu.

            Sang petani pun akhirnya menikah dan tak lama memiliki seorang bayi.Karena si petani dan sang istri harus pergi bertani,sang anak selalu ditinggal bersama sang anjing hingga petang.Sang anjing dengan sigap dan setia selalu tidur dan berjaga didekat bayi hingga sang tuan pulang dari aktifitasnya.

            Suatu ketika,petani dan istrinya pulang dari aktifitas bertani.Ketika petani dan istrinya memasuki rumah,alangkah terkejutnya ketika dia melihat banyak darah dilantai rumahnya.Sang petani yang panic menelusuri rumah dan dia terkejut ketika melihat mulut anjingnya begitu berlumuran darah.

            Petani pun sangat marah kepada sang anjing karena berpikir sang anjing telah membunuh anaknya saat ditinggalkannya bertani.Degan penuh amarah dia mengambil parang dan menebaskannya kepada anjingnya.Karena luka tebasan itu,sang anjing akhirnya mati tak berdaya.

            Namun,penyesalan yang amat dalam petani pun menghinggapi dirinya.Sang istri yang tadi langsung menuju tempat si bayi tidur,menemukan bahwa bayi mereka baik-baik saja dan sedang tertidur dengan lelapnya.Ternyata darah yang terdapat pada mulut anjing itu adalah darah seekor ular besar yang hendak menyerang sang bayi,namun sang anjing rela mempertaruhkan jiwanya demi melindungi anak majikannya yang dia sayangi.Kini petani hanya bisa meratapi kebodohan dan penyesalan yang berarti


            Banyak dari kita,tanpa kita sadari telah menyia-nyiakan kasih saying dari orang-orang yang tulus mencintai kita.Seperti kasih saying kedua orang tua kita kepada kita.Mereka rela mengorbankan apapun yang mereka punya demi kebahagiaan kita.Namun,sering kali kita salah menilai dan malah menyakiti hati mereka dengan tindakan mereka dan penyesalan yang mendalam ketika kedua orangtua kita telah menghembuskan napas terakhirnya.Ingat,penyesalan tidak medatangkan manfaat apapun,sehingga berbuatlah apa yang terbaik buat kedua orangtua saat dia masih bernapas agar tidak ada penyesalan ketika mereka telah meninggalkan kita.